Pembahasan mengenai pembelian pupuk bersubsidi melalui kartu tani seakan tak ada habisnya. Banyak kalangan yang menyikapi mulai dari mahasiswa, organisasi petani, bahkan petani sendiri terkait kendala kartu tani di beberapa daerah di Jawa Timur khususnya di Bojonegoro.

Hal itu mendapat respon oleh Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa Timur. Pasalnya, polemik kartu tani (kartani) masih belum banyak didapat oleh para petani. “Masih banyak yang belum mendapatkan kartu tani termasuk saya, apalagi manfaatnya juga belum dirasakan oleh petani,” kata ketua API Jawa Timur, Sugiono, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp.

Apalagi, lanjut Sugiono, pembelian pupuk bersubsidi akan melalui kartu tani. Dengan begitu kios-kios harus menyediakan electronic data capture (EDC), belum lagi nanti kalau terjadi kelangkaan pupuk di kios. Ia mengaku tidak kaget dengan kondisi seperti itu.

“Saya sudah tidak kaget tentang kelangkaan pupuk dimana-mana, seharusnya pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat agar bisa mengontrol kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani,” tambah pria asal Bojonegoro.

API juga menuntut pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani dan akses pemberdayaan yang dapat meningkatkan pendapatan ekenomi keluarga petani. “Seperti yang di amanatkan UU nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, pemerintah Bojonegoro melalui Kabid Sarana dan Prasana Dinas Pertanian, Imam Nurhamid menjelaskan untuk kondisi stok pupuk di Bojonegoro masih terbilang aman. “Sampai akhir agustus saya pastikan stok pupuk aman,” ucapnya.

Namun, Imam menyarankan bagi petanu yang belum mempunyai kartani segera mengajukan secara manual melalui kelompok tani dan disetorkan ke Dinas Pertanian Bojonegoro. “Agar cepat didata,” tandasnya.

Sementara itu, anggota komisi B DPRD Bojonegoro, Dwi Priyoharjo saat dikonfirmasi, akan mengadakan hearing ke dinas terkait. “Kami akan segera adakan hearinh ke dinas pertanian agar polemik ini segera selesai tidak berkembang kemana-mana, kasihan petani,” katanya.

Pihanyaknya mengaku sudah merencanakan untuk mempercepat pertemuan dengan dinas pertanian. “Sudah direncanakan, tunggu saja,” pungkas Priyo sapaan akrabnya.

Sumber : https://ikilhojatim.com/polemik-kartu-tani-di-bojonegoro-api-jatim-buka-suara/